Yamaha Kecolongan Start nih di Skutik Listrik

Sejatinya, Yamaha sudah kecolongan start dalam memasarkan skuter listrik di Indonesia. Lantaran Viar menjadi pionir, meluncurkan Q1 beberapa bulan lalu. Banderolnya Rp 16,2 juta (on the road Jakarta). Harga yang terjangkau, karena tidak jauh berbeda dengan harga skutik berbahan bakar konvensional.

Yamaha sendiri bukan tidak punya produk skuter listrik. Sebutlah E-Vino yang dipasarkan di Jepang, berbentuk imut layaknya Fino di Indonesia. Hanya saja jantung mekanisnya motor listrik. Sanggup berlari sejauh 29 Km dari kondisi baterai penuh. Waktu pengisian daya baterainya mencapai 3 jam. Ada pula EC-03 dengan wilayah pemasaran di Eropa, berbentuk layaknya sebuah sepeda yang ramping. Waktu pengisian dayanya cukup lama, butuh waktu tujuh jam agar baterai 50 Volt / 15 Ah miliknya penuh.

Yamaha EC-03
Lantas, kapan pabrikan motor berlambang garpu tala siap terjun memasarkan kendaraan bebas emisi itu di Indonesia? Menurut GM Marketing, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Hendri Wijaya, dari sisi produk dan teknologi yang dipunyai Yamaha tidak ada masalah sama sekali. Hanya saja, memang infrastruktur di Indonesia belum mendukung untuk kehadiran skuter listrik.
Perlu diakui memang, bila baterai motor listrik kehabisan daya saat dikendarai. Sampai sekarang belum terdapat lokasi khusus untuk pengisian ulang, layaknya stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk motor berbahan bakar bensin. Memang pemerintah sedang berusaha mewujudkan lewat stasiun penyedia listrik umum (SPLU) milik PLN, yang sampai saat ini kabarnya sudah ada 479 titik di Jakarta. Cuma peruntukannya kebanyakan untuk melayani usaha kecil menengah (UKM), bukan skuter listrik secara khusus.

"Kami sebagai manufacturing harus mengukur juga, yang bisa bikin motor murah itu quantity, jadi skala produksi penting. Kami launching skuter listrik sekarang juga bisa tapi kan kalau quantitiy belum terpenuhi, harganya nanti tinggi sekali," tambah Hendri saat ditemui oto.com dalam acara buka puasa bersama, kemarin.

Kendala lain, skuter listrik tidak memiliki suara sama sekali. Menurut Hendri, ini merupakan hal kecil namun bisa mempengaruhi kesenangan masyarakat Indonesia dalam menunggangi motor. Terutama yang masih suka mendengar suara mesin dan knalpot menggelegar.

Maka dari itu, posisi Yamaha sekarang terus memantau perkembangan pasar dan melakukan riset. Bila dalam waktu dekat ada potensi skuter listrik banyak diminta oleh masyarakat, bukan tidak mungkin mereka segera meluncurkannya di Indonesia. Bagaimana menurut Anda?
(by : Baghendra Lodra oto.com)

Popular posts from this blog

My New Hobby, Water Decal Nail Art

10 Alasan mengapa anda harus kencan dengan seorang ladyBiker

6 Ladybiker Travelling Keliling Dunia (2)