Wanita lebih multitasking daripada pria

PRIA mungkin memang lebih pandai membaca peta atau fokus melakukan aktivitas tertentu. Namun jika suatu ketika anda kehilangan kunci mobil atau barang-barang berukuran kecil lainnya, serahkan saja pencariannya pada istri anda.
Menurut sebuah studi, kuncinya terletak pada fakta yang baru saja mereka temukan, yaitu para wanita lebih pandai melakukan multitasking ketimbang pria, terutama dalam hal mencari barang-barang yang hilang atau terselip. Dengan kata lain, wanita lebih pandai dalam hal membantu anda mencari kunci mobil meski harus disambi dengan mengurusi sarapan anak dan menggosok gigi atau menyisir rambutnya.
Dalam istilah ilmiahnya, tim peneliti gabungan dari Glasgow, Leeds dan Hertfordshire University ini sepakat jika wanita memiliki kemampuan superior dalam melakukan berbagai hal yang membutuhkan kendali kognitif tingkat tinggi.
Peneliti mengatakan jika aktivitas mencari kunci dapat dilihat sebagai salah satu indikator seberapa pandai seseorang dalam menyusun rencana strategis.
Namun kemampuan pria untuk menyusun rencana pencarian justru jadi berantakan ketika dibebani oleh multitasking. Peneliti pun sepakat tampaknya kemampuan ini telah berakar dalam diri wanita sejak lama, jauh sebelum evolusi terjadi.
"Di zaman batu, pria mungkin lebih sering keluar rumah dan berburu makanan, sedangkan istrinya berdiam di rumah dan melakukan banyak aktivitas seperti mengurus anak sembari mengumpulkan jamur atau buah-buahan, memperbaiki sesuatu dan membuat perangkat dari batu," kata dari Glasgow University, Gijsbert Stoet, seperti dilansir laman Daily Mail, Senin (4/11).
Untuk itulah pria lebih terbiasa hanya fokus pada satu hal.
Dengan temuan ini Dr. Stoet dan rekan-rekannya juga berharap menemukan titik terang mengapa para pria lebih sering menderita gangguan perhatian dibandingkan wanita. Bisa jadi jawabannya ada pada studi ini

Popular posts from this blog

My New Hobby, Water Decal Nail Art

10 Alasan mengapa anda harus kencan dengan seorang ladyBiker

HONDA CBR 250 RR Terbaru 2017